Produktivitas sering menjadi rasio abstrak. Bagi warga, ia nyata: waktu menuju kerja, listrik saat produksi, dan apakah layanan publik menyelesaikan urusan dalam satu kunjungan.
Indonesia membutuhkan investasi dan cara lebih tajam untuk memilihnya. Proyek yang mengurangi waktu, ketidakpastian, serta pemborosan memberi manfaat berulang.
Waktu adalah ukuran ekonomi
Jalan, pelabuhan, izin, sekolah, dan kesehatan dapat dinilai dari berapa banyak waktu produktif yang kembali kepada rumah tangga serta perusahaan.
Ekonomi menjadi lebih produktif ketika warga memiliki lebih banyak waktu, kemampuan, dan pilihan.
Membagi manfaat produktivitas
Kenaikan produktivitas bertahan jika manfaatnya dibagi. Upah, keterampilan, keselamatan, dan mobilitas karier perlu bergerak bersama laba.